Selasa, 28 Februari 2012

bencana alam

KESEHATAN

A. BENCANA ALAM

Bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di indonesia mengingatkan kita akan kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Betapa kecilnya manusia di hadapan sang pencipta, akan tetapi kesombongan, keserakahan, telah melupakan manusia akan pentingnya keseimbangan alam, yang diciptakan untuknya.

Banyak sekali bencana alam yang sewaktu – waktu dapat menimpa kehidupan manusia antara lain gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, semburan lumpur panas, dan lain – lain.

1. Gunung Meletus

a. Tanda – tanda gunung api akan meletus

Suatu gunung api yang akan meletus akan memperlihatkan beberapa tanda – tanda yang perlu diwaspadai, yaitu berikut ini.

1) Terdengar suara gemuruh dari dalam gunung api

2) Suhu di sekitar kawah gunung api menjadi naik

3) Sumber – sumber mata air di sekitar gunung api banyak yang mengering

4) Tumbuhan di sekitar kawah menjadi layu

5) Sering terjadi gempa halus

6) Banyak binatang yang turun gunung atau berpindah ke tempat yang aman

7) Terjadi peristiwa ekshalasi, yaitu peristiwa keluar bahan – bahan yang berwujud gas dengan semakin hebat.

b. Bahan – bahan yang dikeluarkan gunung api saat meletus

Bahan – bahan yang dikeluarkan gunung apo saat terjadi letusan dapat dikelompokkan menjadi tiga bentuk, yaitu bahan padat, bahan cair dan bahan gas.

1) Bahan padat atau Efflata

Efflata menurut ukuran besarnya dapat dibagi menjdi empat, yaitu bom yang merupakan batu – batu besar. Lapili yang merupakan batuan berukuran sebesar kerikil, pasir dan debu atau abu. Efflata menurut asalnya dibedakan jadi dua, yaitu :

(a) Efflata allogen, yang merupakan efflata yang berasal dari batuan – batuan di sekitar kawah yang terlempar ketika terjadi letusan.

(b) Efflata autogen, yang berasal dari magma dan disebut juga bahan piroklastika efflata yang merupakan hasil kerja eksplosit suatu gunung api.

2) Bahan – bahan cair

Bahan – bahan cair yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi diantaranya :

(a) Lava, merupakan magma yang meleleh di luar lereng gunung api

(b) Lahar panas, merupakan campuran antara magma dan air sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir ke segala arah dilereng gunung

(c) Lahar dingin, adalah abhan yang menjadi dingin, kemudian tertimpa hujan menjadi lumpur.

3) Bahan – bahan gas ( Ekshalasi )

Bahan – bahan gas yang dikeluarkan saat terjadi letusan gunung berapi adalah :

(a) Solfator, yaitu gas berbentuk gas belerang (H2S)

(b) Fumarol, yaitu gas berbentuk uap air (H2O)

(c) Mofet, yaitu gas berbentuk gas asam arang (CO2) yang berbahaya bagi kehidupan manusia dan hewan.

2. Gempa Bumi ( Seisme )

Gempa bumi ( Seisme ) adalah getaran kulit bumi secara tiba – tiba akibat adanya tenaga atau kekuatan dari dalam bumi. Timbulnya getaran di atas permukaan bumi tersebut disebabkan oleh adanya retakan. Pergeseran atau terpisahnya kulit bumi dari kedudukan semula. Dan gempa bumi merupakan tenaga endogen yang misterius karena terjadinya tidak dapat diramalkan sebelumnya. Gempa bumi mengakibatkan bencana yang paling merusak. Gempa bumi bukan saja menimbulkan kerugian pada benda – benda ciptaan manusia, tetapi pada jiwa manusia itu sendiri. Gempa bumi yang terjadi di DIY dan jawa tengah 27 mei 2006 telah menelan korban ribuan orang meninggal dan luka – luka, serta ribuan rumah / bangunan rusak bahkan hancur / rata dengan tanah.

a. Macam – macam gempa bumi

1) Dilihat dari pusat gempa (Hiposentrum)

(a) Gempa dalam, yaitu gempa yang hiposentrum terletak antara 300 – 700 km di bawah permukaan bumi.

(b) Gempa intermedier, yaitu gempa yang jika hiposentrumnya teletak antara 100 – 300 km di bawah permukaan bumi.

(c) Gempa dangkal, yaitu gempa yang hiposentrumnya terletak kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi

2) Dilihat dari faktor penyebabnya

(a) Gempa tektonik, yaitu gempa yang disebabkan oleh adanya aktivitas gerak tektonik yang merupakan akibat dari gerak orogenesa. Bahaya dari gempa ini sangat besar sebab tanah dapat mengalami retakan, terbalik atau bergeser.

(b) Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi akibat meletusnya gunung api, gempa ini hanya terdapat pada tempat – tempat di daerah sekitar gunung api. Bahaya dari gempa ini relatif kecil, namun dapat juga relatif bergantung dari besarnya aktifitas gunung api tersebut.

(c) Gempa runtuhan, yaitu gempa yang terjadi karena gugur atau runtuhnya tanah. Gempa runtuhan biasanya terjadi di daerah tambang yang berbentuk terowongan atau pegunungan kapur yang rapuh dan mudah longsor.

b. Akibat gempa bumi

Gempa bumi yang terjadi dengan kekuatan yang besar dapat menimbulkan berbagai kerusakan dan kerugian pada manusia diantaranya berikut ini.

1) Bangunan – bangunan menjadi porak poranda. Kuatnya getaran gempa mengakibatkan bangunan – bangunan dengan daya tahan rendah seperti rumah, pipa air, jalan raya, rel kereta api dan jembatan menjadi rusak.

2) Berjatuhnya korban jiwa manusia karena tertimbun tanah, terkena runtuhan bangunan kejatuhan pohon dan kebakaran.

3) Gempa bumi di laut dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami yang banyak menelan korban, khususnya para nelayan dan penduduk di sekitar pantai.

4) Gempa bumi dapat menyebabkan terjadinya rekahan – rekahan tanah yang cukup lebar akibat getaran yang hebat.

5) Gempa bumi menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak akibat tanah longsor.

6) Gempa bumi menyebabkan berbagai bangunan industri menjadi hancur sehingga produktivitas kegiatan industri menjadi terhenti.

7) Gempa bumi menyebabkan aliran listrik terputus

B. UPAYA PENANGGULANGAN DAMPAK NEGATIF TENAGA ENDOGEN

Upaya penanggulangan gempa yang disebabkan tenaga endogen terutama gempa tektonik manusia tidak dapat melakukan pencegahan sebelumnya, karena kapan datangnya dan berapa besar kekuatannya tidak dapat diketahui. Hal ini merupakan rahasia alam dan Tuhan. Adanya alat – alat canggih seperti seismograf hanya mampu mencatat setelah terjadi peristiwa gempa dan tidak dapat mendeteksi sebelumnya.

Namun untuk peristiwa – peristiwa yang lain manusia bisa melakukan penanggulangan agar bencana dapat dihindari atau diminimalisasi dampak negatifnya, misalnya :

1. Gunung meletus

Sebelum terjadi letusan gunung api, manusia dapat melakukan tindakan penyelamatan atau pengungsian sementara di tempat yang aman. Karena sebelum gunung api meletus terdapat tanda – tanda sebagaimana penjelasan didepan.

2. Peristiwa banjir

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir antara lain :

a. Melakukan reboisasi dan rehabilitasi hutan

b. Melakukan penghijauan disepanjang aliran sungai

c. Tidak melakukan pembuangan sampah di sembarang tempat terutama di kota – kota besar

d. Melakukan pengerukan dasar sungai

e. Tidak melakukan penebangan hutan secara liar.

Tidak ada komentar: